Meja Dapur

Menjajal Bus Super VIP Putra Pelangi

1 comment

Bus Putra Pelangi

Assalamulaikum

Halo sobat Bunda? apa kabar?

Kita jalan-jalan dulu yuk?

Ech Bun, kan lagi PPKM?

Ohya, ini bukan sekedar jalan-jalan biasa, tapi ada tujuan dan tak bisa dihindari dan harus dijalanin. 

Nah, agar jalan-jalannya berguna, Bunda ingin berbagi ceritanya dengan sobat semua. Semoga bermanfaat.

Bismillah

PERJALANAN MEDAN-BANDA ACEH

Dikarenakan sudah sebulan LDR dengan suami, akhirnya Bunda memutuskan untuk menyusul ke Sabang, Aceh. Bukan tanpa sebab sebelumnya tak mau ikut. Banyak tugas tantangan juga deadline yang harus dikejar, membuat Bunda berpikir berulang kali karena khawatir situasi kurang kondusif untuk berselancar di dunia maya.

Pada akhirnya, rindu mengalahkan segalanya. Ups! 🤭

Hehe... iya dong, sebagai pasangan, kita tidak boleh berlama-lama berjauhan kecuali dengan alasan yang bisa diterima kedua belah pihak. Satu hal lagi, dikarenakan masih ada urusan yang harus diselesaikan dan memakan waktu lama, sepertinya butuh 1-2 bulan lagi suami disana.

Yah, baiklah, Bunda yang harus mengalah 💓

PILIHAN TRANSPORTASI

Setelah memutuskan untuk menyusul, Bunda meminta ijin pada suami untuk berangkat solo alias sendirian dan menggunakan bus malam.

Pada awalnya suami tidak mengijinkan dan menyuruh naik pesawat saja. Tapi setelah browsing tiket, ternyata penerbangan hanya ada dengan maskapai Lion Air, sedangkan Citilink sepertinya sedang berlibur 😀. Setelah memikirkan pengalaman dan lain-lain, Bunda akhirnya ngotot tetap naik bus malam saja.

Dari referensi beberapa teman yang sudah biasa menaiki bus malam dengan tujuan yang sama, Bunda memutuskan untuk memilih bus dengan seat 2-1, agar lebih lapang dan tidak terlalu banyak berinteraksi secara dekat dengan orang lain.

Berdasarkan percarian di google search, Bunda diarahkan untuk mengambil bus Bus Putra Pelangi

Berikut perbandingan biaya tiket pesawat dan persiapan, dengan tiket bus Putra Pelangi. 

Perbandingan Transportasi

Harga tiket bus yang Bunda cantumkan adalah untuk bus dengan seat 2-1, row di belakang supir terdiri dari 2 kursi, dan row sebelahnya terdiri dari 1 kursi.

Interior Bus

Dua hari sebelum keberangkatan, Bunda terlebih dahulu menghubungi pihak bus untuk booking seat. 

Bus Putra Pelangi
(061) 8456325
Jln. Gagak Hitam, Sei Sikambing B
Kec. Medan Sunggal, Kota Medan

Sengaja booking duluan, agar dapat seat paling depan dan sendiri. Lumayan lho, untuk 12 jam perjalanan akan sangat melelahkan kalau mendapat teman sebangku yang tidak menyenangkan. 

PERSIAPAN TRAVELING SENDIRIAN

Selain alasan yang Bunda tulis di atas, sebenarnya dasar ingin jalan sendiri karena memang hobi Bunda itu traveling. Ada kenikmatan tersendiri ketika menyiapkan hingga perjalanan itu sendiri. 

Alhamdulillah, Bunda sudah beberapa kali jalan-jalan secara mandiri, tentunya bersama keluarga, dan sudah memahami trik & tips traveling. Sobat bisa baca cerita tentang tips traveling yang sudah tuliskan sebelumnya. 

Itulah sebabnya moment pergi sendirian ke Sabang, Aceh, menggunakan bus malam ini sangat Bunda nantikan. Ada tantangan tersendiri yang sulit dijelaskan kenikmatannya.

Walaupun bus yang ditumpangi adalah bus malam, yang notabene hampir semua penumpangnya akan tidur, namun Bunda tetap membuat beberapa persiapan khusus. Maklumlah, namanya juga sendirian.

  • Memastikan bahwa bus memang betul-betul nonstop, karena bila ternyata bus tersbut banyak berhenti, apalagi bila 'ngetem', tentunya merugikan penumpang.
  • Menggunakan pakaian yang nyaman, dalam hal ini Bunda menggunakan celana panjang dan kaos berikut jacket yang dilengkapi dengan hoodie. Celana yang Bunda pilih yang pnjangnya tidak sampai mata kaki, untuk mengindari kotor ketika mampir ke toilet. harap maklum toilet ditempat umum kadangkala jorok dan airnya tergenang. Jacket dipergunakan untuk antisipasi dinginnya pendingin ruangan dalam bus, sedangkan hoodie selain digunakan sebagai penutup kepala menghindari hembusan angin dari atas kepala, juga digunakan untuk menutup sebagian mata bila tertidur
  • Membawa bantal leher, dalam hal ini oleh Bunda dipergunakan sebagai pengganjal pinggang. Sebagai penderita HNP (kejepit syaraf belalakang), menggunakan ganjalan tipis di pinggang dapat memberi rasa nyaman terutama bila duduk terlalu lama.
  • Membawa cukup minuman dan snack, hanya untuk mengganjal bila merasa lapar dan haus. Untuk Bunda sendiri, sengaja tidak minum terlalu banyak agar tidak bolak-balik ke toilet.
  • Menggunakan tas yang simple namun cukup menampung kebutuhan perjalanan. Bunda membawa sling bag, yang disimpan didada, selain praktis juga memudahkan untuk mengambil yang diperlukan, selain itu tentunya lebih aman. Laptop masuk dalam ransel yang diletakkan disamping kaki, sedangkan perlengkapan cadangan dimasukkan dalam travel bagi kecil yang diletakkan di bawah ransel. Semua serba praktis.
  • Menggunakan sepatu yang nyaman, dalam hal ini Bunda menggunakan sepatu kets. Bunda juga membawa sepasang sandal sebagai cadangan bila akan shalat subuh di mesjid. Pertimbangannya adalah agar sepatu tidak basah setelah wudhu, toh sepasang sendal tidak akan membuat tas penuh.
  • Menyiapkan perlengkapan mandi minimalis yang terdiri dari: handuk wajah, sikat gigi & odol, sabun kecil, sepasang cadangan pakaian dalam.
  • Charger, power bank dll. 

Setelah mendapatkan tiket bus dan membereskan bagasi yang akan dibawa serta di dalam bus, Bunda menyempatkan makan malam di rumah makan yang bertebaran di sekeliling pool bus. 

Tiket Bus

Tepat pukul 20.30, bus berangkat dari pool, namun sempat mampir sebentar ke terminal Pinang Baris. Terminal yang hanya menjadi tempat lapor, tidak efektif digunakan sebagaimana seharusnya. Entahlah mengapa, mungkin karena sisi kepraktisan atau kebiasaan, para penumpang merasa lebih nyaman berangkat dari pool masing-masing bus.

Tidak banyak yang bisa diceritakan selama dalam perjalanan, karena suasana malam tentunya semua lampu pun dimatikan. Sebelum itu Bunda sempat memperhatikan fasilitas yang tersedia, ada bantal, selimut yang disampirkan di sandaran tempat duduk (warna pink) dan colokan usb untuk charge HP yang letaknya di atas kepala, bersebelahan dengan saluran AC dan lampu. Jarak antar kursi cukup lapang, sehingga kaki bisa diselonjorkan dengan nyaman. Juga tersedia sandaran kaki, yang bisa distel sesuai keinginan. 

Secara keseluruhan fasilitasnya cukup nyaman 

Ada hal yang unik dan lucu yang sempat terlihat, di kaca depan mobil bergelantungan berbagai ornamen boneka berwarna pink. Ntah untuk apa, dan mengapa harus boneka dan bantal pink?

Fasilitas Bus

PELABUHAN ULEE LHEUE 

Setelah berhenti sejenak pukul 05.45 untuk melaksanakan shalat subuh di mesjid yang terlewati, bis yang Bunda tumpangi akhirnya masuk Terminal Bus Tipe A Banda Atjeh tepat jam 08.00. 

Bunda dijemput oleh kenalan driver grab yang juga menyediakan rental mobil. Bila Sobat berkenan ke Banda Aceh dan memerlukan kendaraan rental, bisa menghubungi Nazar 0852 9021 4328.

Tanpa menunda waktu, Bunda langsung ke pelabuhan Ulee Lheue (dibaca: Ulele) untuk menyeberang ke Pulau Weh, atau lebih dikenal dengan Sabang.

Setiba di pelabuhan, ternyata kapal ferry sudah berangkat pukul 08.00, jadi harus menunggu keberangkatan kapal berikutnya, pukul 10.00

Pelabuhan

Alhamdulillah

Dengan ditemani teh hangat, Bunda menikmati pagi yang cerah di Pelabuhan kebanggan warga Aceh. Pelabuhan yang selalu sibuk dengan penyeberangan rutin, terutama ke Sabang.

Insya Allah, Bunda kan melanjutkan lagi cerita perjalanan ini dalam episode berikutnya. Silahkan sobat semua stay tune di Meja Dapur blognya Bunda Dina atau Instagram, agar tidak terlewat cerita-cerita seru lainnya. 

Terima kasih atas waktu yang telah sobat habiskan untuk membaca kisah ini dan bila berkenan, mohon tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar. 

Wassalam

By. Bunda Dina


Bagi siapapun yang ingin menjadikan artikel ini sebagai referensi, tolong cantumkan link di artikelnya. Mohon tidak untuk copas ya. Terima Kasih

Bunda Dina
Rasa ingin tahu, membuat aku jadi ingin berbagi. I love it

Related Posts

1 comment

Post a Comment