Meja Dapur

Bersama IIDN Memulai Dari Nol

Post a Comment

Talkshow IIDN

Assalamualaikum

Hai sobat bunda... nice to meet you πŸ˜

Bunda sedang berbahagia lho! mau tau gak kenapa? Ayok, duduk yang manis dan menyimak cerita Bunda...

Bismillah

Terhitung tanggal 4 Oktober 2021, Bunda akhirnya bisa bergabung di Komunitas Ibu-Ibu Doyan Menulis (IIDN). Dan seperti yang sudah Bunda bilang, bahagia dan bangga banget lho bisa bergabung disini.

Sobat tau gak? berusaha, menunggu, gak ada kabar ... berusaha lagi bergabung, menunggu lagi, tak juga mendapat rejeki. Waktu itu, Bunda sedih sekali. Kok susah banget sih mau ikutan IIDN?

IIDN

Pertama mengenal IIDN dari komunitas Alumni Ruang Aksara. Ruang Aksara adalah wadah yang memberikan ilmu blogging pertama kali pada Bunda. Benar-benar Bunda belajar dari nol. Setelah menyelesaikan short course selama seminggu, kami di ajak bergabung dalam WAG komunitas para alumni. 

Nah, suatu hari ada informasi tantangan menulis di blog masing-masing tentang penyakit kusta, namun harus mengikuti webinarnya terlebih dahulu. Dalam operasi senyap, malu-malu kucing 😸, Bunda mencoba peruntungan bisa diajakin dalam event tersebut. Mulai dari menggabungkan diri ke komunitas IIDN yang ada di media sosial. Rasanya mengidam-idamkan banget dipanggil untuk ikutan hadir di webinarnya.

Sayangnya, belum rejeki Bunda. Hingga detik-detik terakhir webinar akan berlangsung, Bunda masih harap-harap cemas menanti panggilan. Wkwkwk... ngarep banget kan?

Akhirnya nama IIDN Bunda coret dari daftar wishlist, sepertinya bukan jodohku

Hingga suatu saat, Mbak Marita, coach Bunda belajar blog sesi kedua, memberikan informasi tentang ajakan bergabung dengan WAG Ngeblog dari 0 IIDN_1. Gak pakai mikir dech, sudah pasti dengan sukarela Bunda pun bergabung.

WAG

Alhamdulillah keinginan tercapai, bergabunglah Bunda dalam grup itu. Sayangnya, kesempatan itu tiba ketika Bunda dalam posisi di pelosok daerah, dimana jaringan signal sangat minim. Walhasil, Bunda selalu terlambat mendapat informasi dan ketika melihat chatting sudah menumpuk, tentunya tak sanggup lagi mata dan otak tua ini mencernanya satu persatu.

Ada lagi cerita lucu, ketika Bunda baru menyadari belakangan bahwa ternyata WAG ini dikhususkan untuk blogger pemula. Dan para anggota grup yang sudah lebih dulu mempunyai blog dan sudah berjalan, diminta pindah ke grup yang satu lagi, WAG Blogging Step 2 IIDN. Dan Bunda tidak tahu.

Namun di satu sisi, Bunda memang masih merasa baru terlahir di dunia blogging ini. Walau mungkin sudah ada beberapa tulisan yang memenuhi kaidah per-blogging-an, namun sejatinya pengetahuan Bunda masih NOL besar. Sejauh ini menulis pun masih mengandalkan feeling dan coba-coba. Bila di cek ternyata benar, Alhamdulillah. Kalau salah?... coba lagi diperbaiki.  Pun bila ditanya bagaimana kok bisa? jawabannya angkat bahu.

Tawa

Walhasil Bunda bertahan di WAG Ngeblog dari 0, sekaligus juga berada di Blogging Step 2. Hehe... kemaruk ya?

Dengan tersendat Bunda mengikuti semua aktifitas, hingga akhirnya mendapat kesempatan ikut Talkshow "Blogging For Fun, Money & Opportunity".

Talkshow "Blogging For Fun, Money & Opportunity"

Malam itu, Bunda mengkhususkan waktu untuk mengikuti talkshow dari awal hingga akhir. Alhamdulillah, signal sedang sangat-sangat baik, karena cuaca sedang bersahabat.

Acara yang dipandu oleh Mbak Lita, mengalir dengan sangat menyenangkan dan sharing yang disampaikan para narasumber sangat inspiratif.

Sesi pertama diisi oleh Mbak Mugniar dan Mbak Uniek, yang membuat jari Bunda sudah gatal ingin klik raise hand dan bertanya. Segala pertanyaan bertumpuk di kepala, namun lebih kepada beberapa hal yang mengganggu mood untuk menulis. Apakah Bunda mengalami writer's block? Entahlah...

Belakangan ini Bunda agak terganggu dengan istilah-istilah seputar blogging, target menulis juga menselaraskan ide dengan kebutuhan pasar. Kepingin sekali bertanya tentang hal-hal ini, tetapi Alhamdulillah ternyata para narasumber sudah menggambarkan ini duluan dalam sharing yang mereka sampaikan.

Begitupun ketika sesi kedua bersama Mbak Rahmah dan Mbak Shafira Adlina, pembahasan pun masih seputar hal bagaimana memulai, mempertahan dan melanjutkan blog masing-masing. Memelihara komunikasi dengan komunitas, menaikkan trafik dengan rajin menulis dan memanfaatkan peluang job yang banyak diberikan melalui komunitas IIDN.

Khusus mengenai Mbak Shafira Adlina, sehari sebelumnya, Bunda sempat ikut zoom yang menghadirkan beliau juga, dan akhirnya bisa memetik banyak manfaat dari pertemuan-pertemuan ini.

Cakrawala berpikir, lebih terbuka ketika mereka menyampaikan tentang kisah-kisah mereka memulai yang tak jauh beda dengan kita-kita yang saat ini baru memulai. So, tidak ada yang aneh ketika kita mengalami stuck dalam menulis atau kehilangan semangat untuk sementara waktu. Hanya saja, jangan dibiarkan, segeralah kembali, menyelesaikan yang tertunda dan melanjutkan karya.

Penulis

Ohya, disinggung juga bahwa jangan terlalu dini berharap dari blog kita bisa langsung menghasilkan "cuan", walau tidak dipungkiri bahwa bila blog pun bisa dijadikan sumber perhasilan. Tidak sedikit anggota IIDN yang selama masa pandemi menjadi penyelamat kelangsungan hidup keluarga.

Ah iya, ada yang lupa diceritakan. 

Keren lho, di antara dua sesi, diadakan quiz online dengan pertanyaan seputar Hari Blogger Nasional dan materi talkshow. Ah, sayangnya Bunda terlambat menjawab, enggak jadi dech dapat rejeki buku baru.

Bersama IIDN Memulai Dari Nol

Dalam kesempatan itu, Mbak Widyanti Wulandari, juga meluncurkan buku Memulai Dari Nol.

Buku

Ketika mendengar pemaparan beliau tentang buku itu, Bunda auto sedih karena tidak sempat ikut memesan pada kesempatan sebelumnya. Apalagi ada bonusnya book planner lho πŸ˜“.

Niat Mbak Widya, selaku ketua IIDN, menuliskan buku ini karena melihat fenomena bahwa ternyata dunia blogging masih membuka peluang untuk dilihat dan dijadikan narasumber informasi, bahkan tak sedikit job diberikan via IIDN. Bahkan, menurut penuturan beliau, IIDN sempat kewalahan menyalurkan job tersebut, dikarenakan jumlah blogger wanita yang terbatas, dengan kualifikasi yang telah ditetapkan. 

Dengan melihat kondisi inilah, beliau bersama Mbak Nunu Amir dan Mbak Alifa Kurnia, berjibaku menyelesaikan penulisan buku ini di sela kesibukan mereka yang sangat padat.

Dan jangan lupa, peran seluruh tim IIDN yang juga menyingsingkan lengan baju agar kita dapat dengan mudah memulai blogging dari nol.

Alhamdulillah

Nah, sobat sudah tahukan alasan apa yang membuat Bunda begitu bahagia? 

Semoga dengan bergabung dengan IIDN, Bunda bisa lebih termotivasi lagi untuk terus menghadirkan karya-karya baru yang menarik dan sesuai dengan minat sobat semua.

Ohya, jangan lupa di pantau Meja Dapur blognya Bunda Dina, dan update juga dengan instagram Bunda ya.

Terima kasih sudah main di Dapur Bunda, jangan lupa memberi kritik dan saran di kolom komentar

Wassalam


By. Bunda Dina



Bagi siapapun yang ingin menjadikan artikel ini sebagai referensi, tolong cantumkan link di artikelnya. Mohon tidak untuk copas ya. Terima Kasih
Bunda Dina
Rasa ingin tahu, membuat aku jadi ingin berbagi. I love it

Related Posts

Post a Comment